Jumat, 27 September 2013

Sabang, The Best Family holidays ever

Sudah pernah ke Sabang?



Saya siy udah beberapa kali, tapi dalam rangka urusan dinas sehingga ga sempet menikmati sajian wisata pantai nan eksotisnya..

Alhamdulillah beberapa minggu yang lalu tepatnya tanggal 6,7 dan 8 Agustus 2013 saya dan keluarga besar (Saya, Suami dan Zivanka anak Pertama saya dan masi satu2nya)  berkesempatan berlibur ke Pulau Sabang atau yang lebih dikenal masyarakat Aceh sebagai pulau Weh karena bentuk pulaunya yang berbentuk huruf W.


Kami berangkat melalui pelabuhan Ulee lheu pada hari jum'at sore (tanggal 6 agustus 2013) bersama rombongan teman2 karyawan Jamsostek Banda Aceh beserta keluarga masing2 bagi yang udah punya keluarga, kalo yang masi lajang siy ga bawa sapa-sapa berhubung masi masuk persatuan HQJ (High Quality Jomblo) kecuali yang bener2 udah laku tapi masi belum mau ngepublish.

Sore itu, cuaca mendung, awan gelap menggelayut seperti mau hujan. Cukup membuat kami was-was, karena perjalanan ke sabang harus melewati lautan menggunakan kapal lambat Ferry yang jarak tempuhnya kurang lebih sama dengan jarak tempuh Bakauheni-Merak. Tapi, berbekal tekad kuat sekuat baja, saya dan rombongan tetap berangkat. Pukul 16.00 WIB 2 mobil yang kami bawa sudah memasuki lambung Kapal Ferry. dan kami pun naik ke atas dan masuk ke ruang VIP. Kemudian kami berfoto-foto  seru2an dan agak kekatrok-katrok'an   berhubung penumpang di ruang VIP hanya rombongan kami sampai akhirnya merasa bosan, satu persatu teman2 memisahkan diri dan naik keatas dek. sementara saya dan suami mengelilingi kapal mencari Mushola untuk sholat Ashar. Ternyata tak sulit menemukan Mushalla di kapal ini, dengan fasilitas yang masih terawat serta tempat berwudhu yang sangat bersih, Musholla Kapal Banda Aceh-Sabang cukup memberikan kesan yang sangat berbeda dengan Kapal yang pernah kami naiki dari Bakauheni-Merak. Setelah selesai bergantian Sholat, kami pun naik ke atas dek menyusul teman2 yang sudah terlebih dulu ke atas. Sesampainya diatas, saya seperti orang mabuk, berjalan terhuyung kekanan dan kekiri karena ombak yang lumayan besar membuat kapal terombang-ambing. di tengah-tengah dek, terlihat neta salah saorang teman saya, berpegangan erat pada sebuah Tiang Kapal. Wajahnya yang cemas dan menunjukan ekpresi menahan Mual terlihat kontras dengan anak saya Zivanak yang belum genap 2 tahun justru menikmati goyangan kapal dengan berlari kian kemari. Kami kemudian memutuskan masuk kembali kedalam ruangan ketika akhirnya hujan turun.

Pukul 18.00 WIB kapal akhirnya berlabuh di pelabuhan Balohan Sabang, masih dengan suasana hujan, Sabang terasa sangat dingin, Sepi dan Suram. Kami semua berharap semoga saja besok cuaca cerah sehingga kami bisa menjelajahi keindahan pulau Sabang sampai ke Pulau Iboih dan Rubi'ah yang terkenal dengan keanekaragaman hayati lautnya.

Apakah harapan kami dapat tercapai? 
Bagaimanakah sajian keindahan alam di Pulau Rubi'ah?


Apakah Kenyamanan dan kualitas cottage penginapan yang kami pilih sesuai dengan harga yang kami keluarkan?
Nantikan cerita perjalanan liburan saya dan keluarga selanjutnya di tulisan saya berikutnya..
Sebagai bahan untuk membuat kalian penasaran, saya upload foto kami ketika menaiki kapal boat Kaca untuk melihat keanekaragaman hayati di dasar laut Pulau Sabang